Apa bedanya tipes dengan gejala tipes?
Pada dasarnya, tipes dan gejala tipes merujuk pada penyakit yang sama.
Sama-sama disebabkan oleh bakteri S typhi. Namun, saat Anda memeriksakan
penyakit Anda ke dokter, lebih sering mungkin dokter akan menyebutnya
sebagai gejala tipes. Hal ini karena memang yang Anda rasakan merupakan
gejala-gejala dari tipes. Untuk mengatakan bahwa Anda sedang sakit
tipes, dokter perlu mendiagnosis Anda lebih lanjut dengan cara melakukan
tes pada darah, feses, urine, atau sampel sumsum tulang Anda. Anda
biasanya akan mengalami gejala tipes setelah 1-2 minggu sejak bakteri
masuk. Masa ini disebut dengan masa inkubasi. Setelah bakteri masuk
melalui mulut, kemudian bakteri menghabiskan waktu selama 1-3 minggu di
dalam usus Anda. Selanjutnya, bakteri ini akan masuk ke dalam aliran
darah dengan menembus dinding usus. Dari aliran darah, maka bakteri ini
dapat menyebar ke dalam jaringan dan organ dalam tubuh. Sistem kekebalan
tubuh Anda mungkin hanya bisa melawan bakteri tersebut dengan sedikit
perlawanan karena bakteri hidup di dalam sel tubuh Anda.
Apa saja ciri dan gejala tipes?
Saat gejala tipes mulai muncul, Anda akan merasakan:
- Demam setinggi 40°C
- Sakit kepala
- Nyeri dan sakit pada otot
- Kehilangan nafsu makan
- Diare atau sembelit
- Sakit perut
- Lemah dan lesu
Bagaimana cara diagnosis tipes?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dokter tidak sembarangan dalam
mendiagnosis seseorang terkena tipes. Saat seseorang dinyatakan tipes,
artinya ditemukan bakteri S typhi dalam aliran darah. Karena itu, Anda
mungkin lebih sering mendengar istilah gejala tipes karena yang terlihat
baru gejalanya saja. Untuk membuktikan Anda tipes atau tidak, tentu
perlu pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini dilakukan dengan
menganalisis sampel darah, feses, atau urine. Salah satu sampel tersebut
kemudian akan dilihat di bawah mikroskop, apakah terdapat bakteri S
typhi atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar